Selasa, 26 Februari 2013

“Siluman” (Edisi Dur14t)


Ini cerita sekitar satu tahun yang lalu, yang mana seorang teman saya menceritakan bahwa dia telah bertemu dengan orang aneh dan kejadiannya sangat ganjil sekali.

Teman saya ini adalah seorang pegawai di salah satu toko furnitur di salah satu kota di Jawa Tengah. Karena toko ini terkenal dan pelanggannya yang banyak sampai-sampai sang pemilik kewalahan memenuhi permintaan pengantaran barang karena kekurangan sopir.
Berhubung teman saya itu bisa nyetir dan telah mempunyai SIM akhirnya sang pemilik menyuruh dia mengantarkan barang tersebut.

Siang itu teman saya bilang, emang ada seorang ibu-ibu setengah baya namun masih terlihat cantik dan seger membeli barang cukup banyak, seperti beberapa set lemari, dipan, set meja kursi tamu, tiolet dll. Pokoknya diperkirakan untuk memenuhi satu rumah besar komplit-plit..

Di dalam toko itu sang ibu tidak terlihat banyak bicara, cuma nunjuk-nunjuk saja barang yang dia kehendaki, sedikit aneh juga gerak geriknya, diakhir transaksi teman saya cuma mendengar suara ibu itu “saya baru pindahan dan mau menempati rumah baru”.
Setelah memberikan sejumlah uang, ibu cantik tersebut lalu pergi.
Sekilas, dibalik kecantikannya ada yang aneh.. bener-bener aneh, temen saya masih bingung dengan apa yg dia lihat..
apakah wajar ternyata di atas bibirnya rata, biasanya kan ada sedikit lekukan.
Coba lihat dan raba deh di atas bibir anda, ditengah-tengahnya pasti ada lekukan walau sedikit.

Namun hal ini juga gak dipikir panjang lg sama teman saya, “ah mungkin anatomi setiap orang berbeda”.

Menjelang sore, barang pun dimuat, satu truk penuh semua.
Bergegas teman saya yang disuruh jadi supir tembak pun berangkat ke alamat yang diberikan si ibu tadi. Kelihatanya sih gak begitu jauh, karena masih di sekitar pinggiran kota gitu gak sampai keluar kota, pikir teman saya. Paling Maghrib udah balik.

Namun apa yang terjadi, setelah sampai di alamat yang dituju, teman saya itu hanya muter-muter saja gak nemu rumah si ibu itu, daerahnya juga terlihat jarang rumah penduduk, hanya ilalang, kebun dan pekuburan.
Teman saya mulai gak enak hati, jangan-jangan dia kena tipu, akhirnya pendamping teman saya disuruh telpon bos pemilik toko, karena sudah jam 9 malam masih belum ketemu juga rumah ibu itu.

Jawaban dari pemilik toko; “benar itu alamatnya, dan uang yang diberikan juga asli, gak ada yg palsu, jumlahnya pun gak kurang”

“Ini adalah tugas dan kewajiban saya”, kata teman, dia harus mengirim barang tersebut sampai ke pemiliknya.

Lalu, mereka pun lanjut muter-muter lagi, walau tetep saja gak nemu alamat rumah itu, sampai kelelahan.
Dan anehnya juga tidak terlihat seorang pun untuk ditanyai. Seakan jalan dan tempat tersebut tidak pernah dilalui orang, sepi dan gelap.

Akhirnya, teman saya itu melihat seorang kakek yang sedang membetulkan salura air dipinggir jalan , mungkin untuk mengairi sawahnya, emang sih biasanya ngerjain kaya gitu malem-malem
Tanpa curiga, teman saya bertanya, sang kake pun menunjuk ke arah depan; “itu mas rumahnya, yang gede” .. astagfirullah.. temen saya itu kaget bukan kepalang, padahal dia dari tadi lewat situ bolak-balik gak nemu satu rumah pun. Kok sekarang ada rumah, setengah percaya, kaget dan takut itu yang dia rasakan saat itu.
Rumahnya sekitar 100m-an di ujung jalan, terlihat besar, megah dan mewah.. layaknya rumah-rumah kaum berada di jaman sekarang.

Masih dengan perasaan hati yang semerawut antara takut, bingung dan aneh, temen saya terpaksa menekan bel di gerbang pintu rumah itu, tidak lama.. si ibu yang tadi siang keluar, tersenyum dan mempersilahkannya masuk.
Singkat cerita, barang sebanyak itu di bongkar, pembongkaran juga di bantu sama orang-orang dari dalam rumah, beberapa pria dengan beberapa kategori umur, layaknya kerabat atau keluarga si ibu itu, yang agak tua, yang muda, malah ada anak-anak juga.

Kira-kira tengah malam mereka pun pamit pulang, dan masih dengan perasaan was-was, ditambah lagi tadi sewaktu bongkar barang mereka pun jarang berbicara, paling hanya senyum-senyum saja.

Teman saya langsung tanjap gas dan pulang.
Keesokan harinya dia menceritakan hal semalam kepada si pemilik toko dan beberapa sopir yang sudah kenal daerah itu.
Dari keterangan, memang daerah itu tidak ada penghuninya, cuma alas/hutan, ilalang, pesawahan dan kuburan.

Dengan rasa penasaran tingkat tinggi, teman saya dan beberapa teman sopirnya berniat menge-cek kembali ke sana.
Alhasil memang benar, teman saya itu memastikan lokasi semalam adalah sebuah pohon beringin besar dan tidak ada sebuah rumah pun di daerah situ.

Dari cerita di atas, dikaitkan dengan cerita beberapa orang yang pernah mengalami, memang di daerah tersebut dihuni oleh siluman, entah dari jenis jin apa.teman saya langsung kaget bukan kepalang. Tapi yang pasti uang yang diberikan mereka sewaktu membeli barang-barang adalah asli bukan daun ataupun kertas biasa. Dan yang paling aneh, barang-barang furnitur tersebut teman saya itu yakin dibongkar dan di masukan ke dalam rumah besar itu..
wow .. sangat di luar nalar ya ???

Nah, untuk ciri-ciri fisik yang disebutkan, seperti daerah di atas bibir yang rata, memang diakui juga sama paranormal di sana bahwa itu sebagian dari ciri fisik siluman, siluman yang bisa berinteraksi dengan manusia..
ya wallohu ‘alam.. itu rahasia sang Pencipta..
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar