Sabtu, 23 Februari 2013

Penunggu Vila 2 ending

Published under Cerita Seram, Kuntilanak Lanjutan dari penunggu vila 1 ... Setelah dia tenang, dia bertanya kepada pacarnya "Lu ngapa ninggalin gw?". Wahyu menjawab "Tadi lu, gw cari gk ada". Lalu kamipun Tadi itu gw bangun ke kamar mandi, gw liat Wahyu masih tidur disamping gw dengan tertutup selimut. Pas gw keluar kamar, cewek gw manggil gw dari kamarnya, gw jalan ke kamar cewek gw. Gw buka pintu dan masuk ke kamarnya, kamarnya itu gelap banget sama bau aroma melati gitu. Gw nyalain hp buat senter, gw sorot ke arah tempat tidur, dan ternyata gw liat ada cewek gw lagi tidur sendiri dengan tertutup selimut. Dalam hati, "Kok sendiri", gw gk curiga apa2 tuh, paling cewenya Wahyu lagi ke kamar mandi. Gw berjalan menuju ranjang, gw duduk di bibir ranjang. Gw bilang "Yank, ada apa manggil2?", tapi gk ada jawaban. Trus gw diem dan mainin hp. Sekitar 1 menitan, gw angkat selimut dikakinya, gw pegang kaki cewek gw. Gw kaget, kok kakinya kaya kaki orang mati gk ada aliran darahnya. Trus gw kayak ngerasa megang rambut yang tebal diantara kakinya, diiringi suara cekikikan... Gw arahin sinar hp ke arah palanya, lalu apa yang terjadi... Itu bukan cewek gw. Itu Perempuan mukanya ketutup rambut tebal yang acak-acakkan dan tidak lain itu adalah KUNTILANAK. Gw lari keluar kamar sambil kedengeran suara ketawa yang keras. Gw turun kalian udah ada disini. Setelah mendengar cerita Defri kami semua bergidik merinding mendengarnya. Kamipun tetap berada di teras villa sambil membaca doa2 dan gangguan itu hilang. Kamipun tertidur di teras, dingin sekali walaupun sudah memakai jaket. Keesokkan harinya kamipun berkemas meninggalkan villa itu dan bertanya ke pemilik villa apa yang sebenarnya terjadi didalam villa itu. Kata pemilik villa "Dulu bangunan itu bekas rumah orang belanda yang sudah puluhan tahun terbengkalai, meskipun begitu bangunannya tetap terlihat kokoh dan indah lalu saya beli dan merenovasi bangunannya, dan jadilah villa yang di sewakan. Mungkin penunggu itu tidak senang kepada pemuda yang suka berbuat kurang sopan disini. Biasanya tidak ada gangguan". Itulah keterangan dari pemilik vila. Memang diantara teman saya ada yang berpacaran dan suka mojok berduaan ditempat yang sepi, dan aku tidak tahu apa yang mereka lakukan. Demikianlah pengalaman kami menginap di villa angker itu. Terimakasih meluangkan waktunya untuk membaca Pesan saya : jangan pacaran sembarangan tempat, nanti berakibat seperti teman saya.

Penunggu Vila 1

Published under Cerita Misteri Jabodetabek, Rumah Hantu Hai saya Bili. Waktu itu saya dan teman-teman berlibur di sebuah villa di Puncak Bogor. Kami berangkat dari rumah pukul 2 sore dengan menggunakan bis sewaan. Setelah menempuh 3 jam perjalanan naik turun gunung, kami pun sampai di vila. Turun dari bis, hawa gunung yang dingin menerpa tubuh kami. Hilanglah semua rasa penat dan bosan selama perjalanan. Kesan pertama melihat vila ini terlihat lumayan indah, walaupun sedikit terlihat menyeramkan karena bangunannya seperti bangunan belanda, ditambah lokasinya yang terpencil dari rumah warga sekitar. Kami pun masuk villa mebagi2kan kamar. Vila ini terdapat 6 kamar, 2 dilantai atas 4 dibawah. Aku kedapatan di lantai bawah. setelah itu kami beristirahat dan menyiapkan segala sesuatu untuk acara bakar nanti malam. Singkat cerita, malampun tiba. Sekitar pukul 9 malam kita mulai menyalakan api diatas kayu yang sudah disiapkan sebelumnya, dagingpun dipanggang. Sambil menunggu makanan matang, kami menghabiskan waktu. Ada yang bercerita-cerita, bernyanyi dengan gitar, main catur dan kegiatan lainnya sambil menikmati masa muda. Beberapa saat kemudian makananpun matang, kami makan2 bersama. Setelah makan, kami semua tetap di halaman sambil melakukan kegiatan yang sama. Tak terasa waktu sudah pukul 1 malam. 2 orang teman kami (Defri dan Wahyu) merasa ngantuk dan ingin segera tidur, mereka pun mengajak pacarnya masing-masing untuk menemaninya. Berangkatlah mereka masuk kedalam villa dan menaiki tangga untuk ke kamarnya (kebetulan kamar mereka kebagian di lantai 2). 1 jam kemudian kamipun merasa ngantuk dan kami putuskan untuk tidur di kamar masing2. Kamarku berada di paling depan dekat ruang tamu, aku tidur bersama 2 orang temanku. 10 menit kemudian aku dikagetkan dengan suara wanita menangis. Ku tanya teman-temanku ternyata mereka mendengar juga, suara itu bersumber dari pohon beringin yang ada disamping villa. Lalu kamipun keluar kamar, dan tak kusangka teman-temanku yang lain baru keluar juga dari kamar masing2, disertai 3 temanku yang berada di lantai 2. Lalu aku bertanya, "Apa kalian denger suara orang nangis?", mereka mengiyakan pertanyaanku. Lalu kami semua berkumpul di teras villa. Setelah berkumpul suara itu hilang. Ketiga teman kami yang dilantai 2 bertanya, "Kemana Defri, dia tidak ada diatas". "Kami tidak tahu, bukannya bersama kalian diatas?", saya menimpali. 5 menit kemudian kami dikagetkan dengan suara tawa khas kuntilanak yang bersumber dari lantai 2, disertai dengan suara langkah lari. Dan ternyata itu Defri yang lari seperti orang ketakutan. Dengan keringat bercucuran dia berlari menghampiri kami. Sambil terengah2 dia bilang "Ada kuntilanak diatas" dengan nada bicara seperti orang gugup. Pacarnyapun memeluknya dan kami coba menenangkan Defri. Kisah masih berlanjut...

Salah Mayat

Published under Cerita Horor Jawa, Cerita Seram Hai saya Rud3ny, saya punya cerita nih di tahun 90 an. Di daerah Kebumen ada dua orang gadis yang merantau ke Jakarta, sebut saja Surti dan Iyem. Sesampainya di Jakarta Surti dan Iyem bekerja menjadi pembantu rumah tangga, Surti di Pulo Gadung dan Iyem di Kemayoran. Surti beruntung punya majikan yang baik, lain hal nya dengan Iyem yang punya majikan galak dan suka memukul, akhirnya Iyem memutuskan untuk mencari pekerjaan baru. Akhirnya Iyem dapat lowongan pekerjaan tapi Iyem bermasalah dengan KTP, KTP nya hilang, Iyem memutuskan meminjam KTP Surti, Iyem yakin tidak ketahuan karena ciri-ciri fisik mereka hampir sama. Saat Iyem hendak memfoto copy KTP, Iyem tertabrak truk bermuatan pasir, menyebabkan kepala nya pecah. Akhirnya dipulangkanlah jenazah Iyem ke Kebumen, tetapi polisi memulangkan jenazah ke tempat Surti, karena Iyem memegang KTP Surti. Orang tua Surti kaget anaknya meninggal dengan kepala yang hancur. Aneh nya di desa itu banyak warga yang bertemu sosok Iyem, ada yang bertemu dia di kuburan Surti (padahal itu mayat Iyem), ada warga yang bertemu Iyem sedang menangis di jalan, tetapi dengan santai nya warga menyapa, "Yem sudah pulang ya? kapan sampai?" tetapi Iyem diam saja. Orang tua Iyem kaget mendengar banyak warga yang bertemu Iyem. Saat tengah malam ibu nya Iyem buang hajat (kalau di desa toilet nya di kebun), tidak sengaja ibu nya Iyem mendengar suara tangisan. Penasaran dengan suara itu dicarilah sumber suara itu. Dari kejauhan ibu nya Iyem kaget melihat anak nya yang sedang menangis di pinggir sawah dengan berlumuran darah, ibu nya langsung berlari melewati jalan setapak di pinggir sawah. Begitu sampai disitu Iyem menghilang, Di hari kelima Iyem meninggal, Surti pulang ke Kebumen. Dia pulang karena perasaan yang tidak enak dan tidak ada kabarnya Iyem (maklum jaman dulu HP masih mahal jadi jarang yang punya). Sesampainya Surti sampai di Kebumen malam hari, Surti kaget di rumahnya ada tahlil an. Pas Surti mengucapkan salam, sontak warga kaget dan pergi kocar-kacir. Akhirnya Surti menceritakan semua nya, dan Surti kaget Iyem meninggal begitu tragis.

Jalan Angker ke Kampungku ….

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Mumpung ada waktu aku mau share cerita lain…

Ok, selama ini aku sering menceritakan tentang santet atau tumbal yang dialami aku dan keluargaku. Sekarang aku ingin menceritakan kejadian-kejadian seram di jalan yang dilewati untuk sampai ke kampungku, dan penampakan-penampakan yang sering dilihat disana. Mungkin lain kali aku akan menceritakan kembali kisah santet, guna-guna, atau hampir dijadikan tumbal yang menimpa keluargaku.

Seperti yang kukatakan, kampungku yang disebut kampung bala oleh Pak Kyai, tidak hanya seram karena banyaknya pesugihan dan dukun santet disana, tetapi juga banyak yang melihat penampakan-penampakan. Namun yang akan kuceritakan disini bukan penampakan di kampungku namun di jalan yang harus dilewati jika akan ke kampungku.

Kampungku terletak di daerah pedalaman yang tidak dilewati angkutan umum, sehingga harus jalan kaki selama kurang lebih 30 menit atau pun naik ojeg. Jika jalan kaki harus melewati gang, sebut saja gang C. Sedangkan jika naik ojeg jalan yang dilewati adalah gang P. Kedua jalan tersebut sama-sama angker.

Sekarang aku ingin bercerita jalan gang C. Banyak yang melihat penampakan disana. Kejadian-kejadian ini aku dengar ada yang dari sumbernya secara langsung, ada juga yang dari mulut ke mulut. Maklum kampungku bisa dibilang tidak terlalu besar, sehingga setiap peristiwa akan cepat menyebar seperti api di musim kemarau, baik itu kejadian menyeramkan, memalukan, atau menyenangkan. Apalagi ibu-ibunya bisa dikatakan hobi sekali bergosip… hehee. Alhamdulillah untukku sendiri tidak pernah melihat penampakan disana. Naudzubillah, jangan sampe deh…

Sebelumnya aku ingin menggambarkan rute jalan gang C ini sampai ke rumahku. Ketika kita turun dari angkot kita akan disuguhkan dengan tangga yang mengarah ke bawah dan agak gelap karena dikelilingi hutan bambu. Kita harus turun kira-kira belasan anak tangga lalu akan ada sungai kecil dan di dekatnya ada pemakaman kecil yang mengapit tangga setapak. Setelah melewati jembatan kita harus turun puluhan anak tangga lagi. Lalu akan ada sungai yang lebih besar, dan harus melewati jembatan bambu untuk melewatinya.

Kemudian kita berjalan sebentar di jalan setapak lalu naik puluhan anak tangga, sampai mencapai anak tangga paling atas. Disini hutan bambu berakhir. Di tengah-tengah tangga kita akan menemukan kembali pemakaman kecil. Setelah melewati tangga-tangga tersebut, kita sampai di perkampungan kecil, yang ujungnya adalah persawahan. Kita harus melewati pekampungan dan persawahan itu, dan paling akhir ada pemakaman kecil yang sering disebut ‘astana leutik’. Barulah sampai di kampungku. Sepanjang jalan ini terkenal angker. Apalagi di bagian tangga dan hutan bambu, sawah, dan astana leutik.

Maaf kalau penggambarannya kurang jelas dan membingungkan.

ooo

Kejadian 1

Kejadian ini terjadi sudah sangat lama. Saat itu ada tukang sayur keliling, sebut saja Mang O. Mang O harus berangkat malam-malam untuk belanja agar paginya bisa langsung didagangkan. Ia berangkat kurang lebih jam 2 malam, dan harus melewati jalan gang C. Ia berjalan dengan terburu-buru, disamping karena takut juga agar bisa cepat-cepat sampai ke jalan mobil.

Saat mulai memasuki tangga gang C, mang O langsung disapa oleh hutan bambu. Otomatis suasana menjadi mencekam dengan sesekali suat kriet dari pohon bambu menemani perjalanan Mang O. Untunglah di tangga pertama ini lampu jalan masih hidup sehingga keadaan tidak terlalu gelap. Namun Mang O sudah menyiapkan korek api karena di tangga berikutnya yang sehabis melewati sungai besar, lampu jalan selalu mati. Entahlah karena apa, walaupun lampu itu diganti dengan yang baru, lampu itu tidak mau hidup. Akhirnya warga membiarkannya begitu saja dan jika kita melewati tangga itu warga harus menyiapkan penerangan sendiri, baik itu senter atau korek api.

Mang O turun tangga dengan tergesa-gesa. Ketika sampai di tengah tangga yang ada pemakaman kecil, tiba-tiba lampu jalan mati. Otomatis suasana menjadi gelap gulita. Dengan jantung bertalu-talu mang O segera mencari-cari korek api di kantungnya. Akhirnya ia menemukannya dan dengan menghela napas lega ia menyalakannya. Namun kelegaannya tidak bertahan lama, karena ketika ia melihat di hadapannya ada sesosok yang tak pernah ia perkirakan. Ia ternganga ketakutan melihat Miss Kuntaw sejengkal di hadapannya. Tubuhnya membeku seketika, tidak bisa bergerak sama sekali. Ia hanya menatap miss kuntaw sampai miss ini tiba-tiba membuka mulutnya dan tertawa geli, hihihihihihiii.

Suara tawanya membangunkan kebekuan tubuh mang O. Dengan perlahan-lahan ia mundur sambil masih memperhatikan Miss Kuntaw yang tertawa. Dan setelah jarak yang cukup lebar memisahkan mereka, ia pun berbalik dan lari terbirit-birit. Namun suara miss kuntaw tetap mengikutinya. Entah apakah miss ini mengikutinya atau tidak, ia tidak berani menengok. Yang ada di pikirannya adalah kembali ke rumah tercintanya. Ia terus berlari melewati perkampungan, sawah, pemakaman dengan tertawa miss kuntaw mengiringinya. Akhirnya sampailah ia di rumahnya dan langsung menggedor-gedor pintu rumahnya.

“Bu,bu..” ia terus menggedor-gedor pintu.

Pintu dibuka dan muncullah istrinya dengan raut wajah bingung. “Loh Pak kok balik lagi?”

Namun Mang O tak menjawab. Dengan terburu-buru ia melewati istrinya di ambang pintu dan masuk ke kamarnya langsung menarik selimutnya. Suara miss kuntaw ini terus terngiang-ngiang di telinganya. Istrinya mengikutinya ke kamar dan menatap bingung ke arah suaminya.

“Ada apa Pak?” tanya istrinya lagi.

“Nanti saja bu ceritanya,” hanya itu yang dikatakan mang O dan ia pun langsung menguburkan dirinya dalam selimut.

Barulah esoknya mang O menceritakan kepada istrinya perihal pertemuannya dengan miss ini, dan berita ini pun langsung menyebar luas. Semenjak itu mang O pun berhenti menjadi tukang sayur. Namun baru-baru ini mang O kembali melakoni pekerjaannya menjadi tukang sayur, mungkin karena sekarang ia sudah punya motor sehingga tak perlu lewat jalan itu lagi. Dan hari minggu Mang O menceritakan kembali petualangannya bertemu dengan miss kuntaw dulu.

ooo

Kejadian 2

Kejadian ini juga udah lama, masih dengan tukang sayur. Hanya tukang sayur ini adalah wanita, sebut saja bi I. Saat itu ia berangkat kira-kira jam 4 untuk belanja. Dengan was-was ia berangkat. Alhamdulillah perjalanan sampai sekarang lancar-lancar saja, tidak ada apa-apa. Ia telah melewati sawah, perkampungan, turun tangga, dan melewati jembatan bambu. Saat ia mulai naik tangga untuk sampai ke jalan mobil, dari bawah ia melihat di tangga atas ada perempuan berbaju putih. Waktu itu ia tak berpikir macam-macam, lah wong udah mau subuh, jadi ia pikir itu orang yang mau berbelanja juga. Ia sangat senang lah, “asyik ada teman,” pikirnya kala itu.

Ia naik dengan terburu-buru agar bisa cepat-cepat sampai. Tapi pas udah mulai dekat, kok ada yang aneh. Perempuan itu menunduk dan rambutnya sangat panjang. Terus pas ia lihat kakinya, ternyata ia melayang. Kontan ia ketakutan. Tanpa pikir panjang ia langsung berbalik dan lari terbirit-birit. Untunglah perempuan itu tidak mengikutinya atau menampakkan wajahnya. Mungkin ia bisa pingsan kalau hal itu sampai terjadi.

ooo

Kejadian 3

Yang ini juga udah lama, saat tetehku masih bekerja. Saat itu teteh lembur sehingga harus pulang malam kira-kira jam 9 malam. Untunglah waktu itu teteh berdua dengan temannya. Singkat cerita mereka turunlah dari angkot. Otomatis bang sopir bilang agar hati-hati. Maklum kalau dari atas, jalan ini seperti gua, gak terlihat seperti jalan. Teteh dan temennya hati-hati turun tangga pertama dan melewati sungai kecil.

Sebelum turun di tangga kedua, teman teteh berkata, “Ri kita pulang malam-malam gini takut ih.”

“Iya, ta.” tetehku otomatis menjawab.

Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuruni tangga kedua ini. Disini perasaan mereka udah gak enak, bulu kuduk berdiri. Apalagi suasananya sangat sunyi, senyap, mencekam, dan remang-remang. Hanya sesekali suara kriet pohon bambu menemani perjalanan mereka. Dan dodolnya mereka lupa untuk membaca doa, malah mengobrol sepanjang jalan.

Mereka pun mulai melewati jembatan, jalan di jalan setapak, dan naik tangga lagi. Setelah sampai perkampungan mereka bisa sedikit bernapas lega. Sekarang mereka jalan lebih santai, namun teteh belum bisa menghilangkan perasaan gak enak di hatinya. Saat melewati musholla, kan ada lampu jalan, otomatis bayangan kan bisa terlihat. Nah disitu teteh melihat ada tiga bayangan, satu lagi bayangannya agak jauh di belakang. Waktu itu teteh cuma nyangka kalau itu orang.

Teteh pun berkata ke temannya, “ta, kita nunggu orang lain yang di belakang yuk, biar lebih rame.”

“Hah?”

“Itu, bayangannya udah terlihat, kayanya dia gak terlalu jauh.”

Teman teteh pun melihat bayangan, “Oh iya Ri.”

Mereka pun menunggu orang itu. sudah lama menunggu kok orangnya gak ada-ada.

“Ri, kok dia gak datang-datang?”

“Iya ta, padahal tadi bayangannya udah terlihat.”

Pas mereka melihat lagi di bayangan, bayangannya masih ada tiga, dan jaraknya masih sama seperti tadi. Perasaan teteh dan temannya jadi lebih gak enak.

“Kita terusin ja yuk jalannya,” tetehku berkata.

Mereka pun berjalan tergesa-gesa, saat ada lampu jalan otomatis teteh melihat bayangan dan ternyata bayangannya masih ada tiga, satu lagi mengikuti mereka agak jauh di belakang. Teteh dan temannya pun berjalan lebih cepat, melewati sawah dan pemakaman. Saat melewati pemakaman akhir kan ada pohon kelapa dan lampu jalan, teteh melihat bayangannya sudah hilang begitu saja, hanya ada dua. Namun mereka masih berjalan dengan cepat. Saat sampai di rumah, teteh langsung menceritakan kejadian itu ke ibuku.

Ibu pun berkata, “Mungkin ia berniat mengantarkan kalian, karena tadi kalian bilang takut. Makanya kalau jalan malam-malam jangan bilang takut atau berani. Kalau ada yang bertanya bilang ja ‘Laahaula walaa Quwwata Illaa Billaahil ‘aliyyil ‘adziim.”

Semenjak itu tetehku tidak berani berkata macam-macam saat pulang malam.

ooo

Ini hanya segelintir kejadian, nanti aku akan post lagi yang lebih baru. Karena sampai sekarang pun masih banyak yang melihat penampakan disana, tapi memang jalan itu sekarang jarang dikunjungi apalagi kalau malam-malam, banyak yang lebih memilih naik ojeg soalnya, begitu juga dengan aku… heee…

Maaf kalau ceritanya membosankan dan tulisannya acak-acakan. Soalnya aku gak edit dulu, jadi kata-katanya juga ada yang baku, ada yang engga. maklum kuliah udah aktif kembali.

Oh ya setiap cerita yang aku posting dengan tag kisah nyata, berarti cerita itu benar-benar terjadi. Terserah mau percaya atau tidak, yang jelas itu nyata. Kalau tidak percaya juga tidak apa-apa, itu kan hak manusia. Memang mungkin ada yang susah dicerna akal atau ada yang seperti rekayasa, tapi memang itulah yang terjadi, walaupun aku gak tahu apakah ada kurang atau lebihnya dari cerita asli, karena ingatan manusia kan tidak terlalu tajam. Apalagi pengalaman hidup itu banyak sekali. Terus untuk dialognya, udah aku terjemahkan ke bahasa indonesia, jadi mungkin ada yang tidak sama persis, tapi insya Allah maknanya sama.

Akhir kata Makasih buat akang teteh yang udah nyempetin baca
Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan…
di minta saran kritik dan komen nya yah
Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Sabtu, 22 Desember 2012

PESUGIHAN

  Bila sedang Jatuh Pailit dan Di Lilit Banyak Hutang,
akan Menjadikan Sese'orang Gelap Mata,
Ia akan Melakukan Cara Apapun untuk Mendapatkan uang,
Bila Takut Masuk BUI karena Ketahuan Korupsi,
Bisa Juga Dengan Melakukan Pesugihan.
tapi Pesugihan juga Tidak bisa di Bilang Aman,
Bahkan, Akibatnya akan Lebih Memilukan.
Tidak jarang Lakon Pesugihan yang Meminta Tumbal Nyawa, Kalaupun Tidak Meminta Tumbal Nyawa,
Caranya juga tidak enteng,
Puasanya melebihi Orang Bertapa.

Pulau Jawa,
Pulau Yang Penuh dengan Tempat Tempat Angker,
seperti yang sering di Di Datangi Pencari Pesugihan yaitu Pantai parang tritis, Gunung Kawi, Sendang Eyang Poleng Dan Lain Sebagainya.
Itulah Yang Sering Kita dengar Di Bursa Pesugihan.

Bapak Karjo, Beliau Adalah sese'orang Yang Sederhana, Rajin Beribadah.
Tapi Beliau Di Lilit Banyak Hutang.
Ia Semakin Stress Berat,
bagaimana Tidak,
anak yang Pertama minta di belikan Sepeda, anak yang kedua Minta di belikan Sepatu, anak yang ketiga Minta di Belikan Tas, dan Anak yang terakhir minta di belikan Boneka.
Pak Karjo semakin stress berat.

Bilamana Iman Sudah Goyah, Jalan pintas adalah pilihan. Itulah yang di Lakukan Pak Karjo, Ia Sudah

Ia Mendatangi Gua yang di Anggap Angker dan keramat,
ia di dampingi sang Juru Kunci,
pada saat mau masuk sang Juru Kunci Bertanga
" Nak Karjo, apakah nak karjo yakin? ''

'' Iya pak! '' jawabnya dengan Mantap

'' tapi Pesan Saya, Berhati Hatilah! ''

'' Iya pak! ''

'' Ayo saya antarkan ''
pak karjo hanya mengangguk

Jalanan Begitu dingin dan Suara Langkah kaki yang Terkena Air Memecah Keheningan.

Kemudian Kaki Mereka Merasakan Empuk, seperti karpet Sutra.
Mereka Berjalan Terus,
sampai akhirnya mereka akan Melewati Jembatan dan di bawahnya terdapat sungai.

Deggg!!!

Jantung Pak Karjo Berdegup Kencang, Tangan dan Kakinya Gemetaran,
bagaimana tidak,
Jembatan itu Adalah Manusia yang di rangkai, darah masih terus mengalir,
dan sungainya adalah sungai darah.

'' Bagaimana Nak Karjo? Lanjutkan apa enggak? '' tanya juru kunci

'' Lan... Lanjutkan saja pak! '' kata pak karjo dgn Nada terpatah patah

dengan Langkah Gemetaran Pak Karjo Berjalan,
dan mereka sampai di alam Pesugihan,
Alangkah terkejutnya Pak Karjo,
Di Sana Manusia di anggap tidak berguna Lagi,
Tangannya di gunakan Pagar, Kepala di gunakan Hiasan WC, Ada yang di suruh jadi Budak,
ada yang di suruh jadi kuli, ada yang di suruh Mengangkat batu, DLL
bila tidak mau, mereka akan di cambuk habis habisan oleh majikannya, yaitu siluman Babi.!
pemandangan yang sungguh sangat memilukan.
Salah se'orang dari mereka yang Sudah Berlumuran Darah karena di Cambuk, menghampiri mereka dengan berkata

'' Cah enom, mek opo le kowe mrene, ojo mrene le, mengko nyesel awak'em '' kata orang itu

Keyakinan pak karjo langsung Goyah, Ia Berlari Kebelakang sambil berkata

'' Allahu Akbar!!!! ''
ia terus berlari, tak terasa semuanya se'akan Lenyap,
keadaan Gelap Gulita,
sesampai di Luar Gua, sang Juru Kunci Berkata

'' sudah saya ingatkan nak karjo, jangan Melakukan itu, akibatnya besar! ''

'' iya pak, saya menyesal ''
kemudian pak karjo Bersujud ke arah kiblat sebagai Pengucapan terima Kasih.

Pak karjo sekarang di terima sebagai buruh di sebuah pabrik, Kehidupannya Mulai tercukupi,
walaupun hidup sederhana, Tetapi yang penting Bahagia dengan keluarga.

NB: jangan sekali kali melakukan pesugihan! Karena akibatnya terlalu besar, Rezeki sudah di tentukan oleh yang maha Kuasa

ketidak percayaanku terhadap setan/hantu

awalnya ak ga percaya lau ada setan di tmpt penjagaan kami..kwanku yg pernah jga di tmpt itu ga brani sendiri. Pernah ada kwan yg jga di tmpt itu..skitar tengah malam, tnpa sadar dia ketiduran, di meja, saat itu dia seorg diri jganya. Tiba2 ada seseorg yg membgunkanya, ktka dia bka matanya,tmpakla­h seorg bpk yg mukanya pucat, dn keriput, sprti mayat hdup gtu.. bpk2 ini da tua, tba2 menghlang gtu ja. Dia kira dia ge mengigau. Kawan ini pn seakn ga percaya, dg sadar ia membasuh mukanya biar ngantuknya ilang. Dia pn berjalan menuju proklif(smacam mobil jg.) dn hendak duduk di dalamya..bebrp menit dia duduk, tiba2 proklif yg dia naiki bergerak maju mandur, kwan ini bru sadar lau setan sdg mengerjainya, dia pn langsung lari terbirit2 dn meninggalkn penjagaan kmi itu. Kebtulan pos kwan lain dkat dri stu. Dia ga brani balik ge . Mpe pgi dia di pos kwan. Tp untung ja brg2 di stu ga ilang, ni crita kawan. Tp masih banyk hal2 aneh lainya dr kawan2 pas jga di stu. Ak ttp ga percaya. Bbrp hri kmudian, masuk malam. Ak jga ma kawanku di tmpt itu. Skitar jam 1 malam, kawan ini mw B.A.B ..di pos lain. Jd ku blang ma dia, knpa ga di wc ini ja, trus dia blg ah ga mw ak, ku blang ma dia, gtu ja tkut..dia pn ketawa, tak menghiraukan ak. Dia pn pergi naik mtor kepos lain, yg jauh nya sktar 5 mnt la, itu pn lau jalan kaki. Pas kawan tu melewati pintu gerbg penjagaan kmi..tiba2 ada suara di wc, suara air berjatuhan gtu kayak org mandi..awalnya ak ga percaya, lau suara itu dri wc, ak pn mendkati pintu wc dlm keadaan trtutup ak pn mengira kwan ku , tpi ga mgkin. Cpa di dlm! Kataku dlm nada sdikit keras, tpi ga ada jawabn, hnya air makin deras ja jatuhnya, ak pn mulai sdar, ak ga mau ge bka pintu dn masuk ke dlm, ak pura2 ga takut dn biasa ja, dn pelan2 jalan menuju pintu gerbg. Ga lama kmudian kawan ku dtg, dia blg ,knp kmu? Ya ku critakan ma dia , trus dia blg ma ak lau di wc itu pernah dia liat hantu perempuan, katanya penjagaan kami itu dulunya bkas tmpt kuburan, tpi da di pindahkan krn tnah itu termasuk lokasi pabrik, bkn pemerintah, jd tmpt yg kmi jaga adalh tept kuburan. Kata kwan itu, dlu pernah ada kawan lainya meliat org berjalan dn ga ada kepalanya di lokasi ini.. Kbetulan saat itu ak bru bekerja jd satpam, jd ga tau sma skali situasinya. Tnpa sadar dgr crita kwan udh pgi.. Sjak kejadian itu ak ru percya lau setan bneran ada..jgn smpe jmpa la, it ja dlm htiku. Tpi syukur, tiap x ak jga di stu, ga pernah jmpa ma setan. Ya mank ada suar2 aneh, ya ak hnya berdoa dlm hti, dn ketakutan itu ilang. Dn trus mengngat firman Allah..salah satu yg kuingat dn tertanam sll dlm htiku, bhw Allah memelihara org percya. Dn kuasanya melampui kuasa si setan. Tiap x ak ingat firman it, rasa tkut ku ilang. Ak merasa bhw Tuhan ada di dkat ak. Sengaja nama tempt nya ga di kasitau.

Jumat, 30 November 2012

HIMURO MANSION


Menurut urban legend jepang, terletak tepat di luar kota Tokyo terdapat salah satu lokasi yang paling berhantu di seluruh Jepang. Lokasi ini dikenal dengan nama Himuro Mansion (atau Himikyru Mansion) <mansion :=":" mewah="mewah" rumah="rumah"> seperti yang diketahui masyarakat, legenda menyebutkan bahwa rumah di daerah berbatu tepat di luar batas kota Tokyo.